Tuesday, June 14, 2011

Jari Borneo Barat Adakan Diskusi MusrenbangDes di Desa Ambawang Kuala


Pada tanggal 13 juni 2011, Jari Borneo Barat mengadakan diskusi tentang Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa yang dilaksanakan di Aula Pertemuan Kantor Desa Ambawang Kuala, Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Diskusi tersebut diikuti oleh Jari Komunitas Sungai Ambawang, Sekdes dan Staf Desa Ambawang Kuala dan beberapa Ketua RT Desa Ambawang Kuala.
Gustiar (36) selaku Plt Jari Borneo Barat mengatakan bahwa kegiatan tersebut diadakan untuk mendiskusikan tentang proses pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (MusrenbangDes) yang dilakukan di Desa Ambawang Kuala Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya.
kami melakukan kegiatan ini untuk berdiskusi dengan aparatur desa dan masyarakat Desa Ambawang Kuala tentang bagaimana proses pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa atau MusrenbangDes yang dilakukan di Desa Kuala Ambawang, terkait bagaimana proses partisipasi masyarakat, siapa-siapa yang terlibat serta usulan-usulan yang dihasilkan” katanya.
Dalam sambutannya, pak Bambang (54) selaku Sekretaris Desa Ambawang Kuala menyambut baik dengan diadakannya diskusi tentang Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa oleh Jari Boneo Barat. Harapannya dengan adanya diskusi-diskusi ini bisa menjadi masukan bagi aparatur desa dan yang lainnya dalam upaya peningkatan pembangunan Desa Ambawang Kuala.
“..kami sangat berterimakasih kepada Jari Borneo Barat yang mana telah datang ke Kantor desa kami dan mengadakan diskusi tentang perencanaan pembanguan di tingkat desa. Saya berharap kepada ketua RT yang hadir supaya menyampaikan apa yang menjadi keluhan dan kita terbuka saja. Saya harap dengan diadakannya kegiatan ini menjadi masukan bagi kami selaku aparatur desa dan ketua RT dalam upaya peningkatan pembangunan di Desa Ambawang Kuala” katanya.
Sepanjang perjalanan diskusi, peserta yang hadir banyak menyampaikan keluhan terkait dengan proses pelaksanaan Musrenbang di Desa Ambawang. Keluhan tersebut berupa hasil MusrenbangDes yang tidak maksimal. Di mana setiap usulan yang dihasilkan di MusrenbangDes terputus di MusrenbangCam. Sehingga usulan yang dihasilkan di MusrenbangDes tidak terlalu diakomodir dan dibahas di tingkat kecamatan. Kurangnya ruang partisipasi bagi Desa untuk mengakses informasi MusrenbangCam menjadi permasalahan sulitnya mengawal hasil MurenbangDes ke tingkat yang lebih atas.

Labels: , ,