Friday, June 15, 2012

Ruang Khusus Ibu Menyusui

PEMERINTAH Kabupaten Kubu Raya berencana akan membuat ruangan khusus untuk bayi dan ibu menyusui di setiap kantor pemerintahan. "Sesuai dengan rencana kepala daerah, setiap dinas nantinya harus memiliki ruangan khusus untuk bayi dan ibu menyusui. Untuk itu, kita akan mencoba menyosialisasikan hal ini kepada setiap dinas agar bisa menyediakan ruangan khusus tersebut," kata Plt Dinas Kesehatan Kubu Raya, Titus Nursiwan, Senin (11/6).

Menurutnya, sebagai tahap awal, pihaknya akan membuat ruangan tersebut di setiap puskesmas dan pustu yang ada di Kubu Raya."Kita menyadari, untuk membuat ruang tersebut tentu diperlukan sosialisasi yang baik dan tidak bisa dilakukan sekaligus, namun bertahap. Untuk itu kita akan mulai dari puskesmas dan pustu terlebih dahulu," tuturnya.
Read more »

Labels: ,

Disdik: Tak Ada Pungli di Sekolah

SUNGAI RAYA—Dinas Pendidikan Kabupaten Kubu Raya memberikan peringatan keras kepada setiap sekolah supaya tidak memungut uang kepada siswa. Apalagi, jika tidak bisa membayar sejumlah pungutan uang tersebut, siswa terancam tidak bisa mendapatkan ijazah.Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kubu Raya, Frans Randus mengatakan, sejak dana program Bantuan Operasional Sekolah (BOS), berbagai biaya rutin di sekolah-sekolah telah ditanggung oleh negara. Sehingga ia tidak membenarkan jika sekolah melakukan pungutan liar.

“Untuk SD dan SMP sudah ada dana BOS, misalnya dengan alasan untuk menuliskan ijazah itu sudah ada posnya, meskipun pos tidak besar tapi sudah dianggarkan. Sehingga tidak dibenarkan, jika sudah ada posnya malah menarik pungutan lagi. Itu artinya double anggaran, dari pemerintah dan masyarakat. Saya tegaskan itu dilarang,” kata Frans Randus, kepada wartawan, Selasa (12/6).
Read more »

Labels: ,

Sekolah Tarik Uang Ijazah

SUNGAI RAYA—Ketua Himpunan Mahasiswa Kubu Raya, Tapyin menuturkan peringatan keras Dinas Pendidikan Kubu Raya tidak ada pungutan apapun seperti uang ijazah sepertinya masih tidak berlaku. ”Kami masih temukan sekolah di kabupaten Kubu Raya melakukan pungutan uang menebus ijazah. Ini terjadi di tingkat SMA/MA/Mts di salah satu Madrash Aliyah di Sungai Ambawang,” katanya kepada Pontianak Post.

Menurut dia nilai uang pungutan tersebut mencapai Rp200 ribu. Ini jelas sebagai pungli dan memberatkan masyarakat. Sebab, mayoritas masyarakat adalah petani karet dan buruh.  “Jika tidak membayar, ijazah tidak dikeluarkan. Sementara uang dipergunakan juga tidak transparans untuk apa. Juga tidak melalui musyawarah orang tua siswa,” katanya dengan nada protes keras.

Read more »

Labels: ,