Wednesday, December 18, 2013

KI Pusat Tuntaskan Sembilan Sengketa Informasi di Pontianak

Majelis Komisioner Komisi Informasi (KI) Pusat mengabulkan permohonan data informasi kontrak pembangunan Gedung VIP Bandar Udara Supadio Pontianak, Kalimantan Barat, kepada Pemohon perorangan, Bambang Widianto, melawan Dinas PU Kalbar. Ketua Majelis Komisioner Henny S. Widyaningsih bersama anggota Majelis Abdulhamid Dipopramono dan Dyah Aryani menyampaikan amar putusan pada sengketa register 254/VII/KIP-PS/2013 yang mengabulkan seluruh permohonan Pemohon dalam sidang putusan di Dangau Hotel Kubu Raya, Kamis (07/10).
Bersamaan dengan itu, komisioner KI Pusat lainnya juga menyelesaikan sengketa-sengketa informasi lain yang berakhir dengan putusan,pencabutan, maupun penundaan serta mediasi yang dilakukan Rumadi Ahmad, Evy Trisulo, dan Yhannu Setyawan. Pemohon Markhalik, seorang guru yang sudah menyelesaikan skripsinya dengan kesadaran sendiri mencabut permohonan sengketa informasinya terhadap empat Badan Publik sekaligus karena sudah tidak membutuhkan data informasi tersebut.
Read more »

Labels: ,

Tuntut Ganti Rugi Penyerobotan Lahan, Warga Cabut Tanaman Sawit

SUNGAI R AYA-Penanaman pohon kelapa sawit yang dilakukan PT Kencana Lestari Abadai (KLA) di Parit Bakti Dusun Harapan Bersama Desa Kubu Padi Kecamatan Kuala Mandor B menuai protes warga. Protes berupa pencabutan sawit yang sudah ditanam. Pasalnya penanaman pohon kelapa sawit tersebut dilakukan tanpa meminta persetujuan warga sebagai pemilik tanah. Bahkan tidak ada informasi yang disampaikan pihak perusahaan kepada warga jika lahan mereka akan ditanami sawit.
Salah seorang warga yang lahannya ditanami sawit, Hasan mengatakan pihak perusahaan telah melakukan penggarapan lahan warga secara diam-diam. “Penggarapan lahan kami sudah lakukan sejak 2012 lalu. Kami sempat komplek kepada pihak perusahaan,” katanya, Rabu (4/12). Hasan menjelaskan mengetahui lahan mereka telah digarap secara diam-diam, mereka pun memprotes kepada pihak perusahaan, sehingga terjadi pertemuan antara masyarakat dan Direktur Utama PT KLA, Jumali. “Dari pertemuan itu pihak perusahaan berjanji akan mengukur lahan warga yang digarap secara diam-diam untuk diberikan ganti rugi,” tuturnya. 
Read more »

Labels: ,

Cabut Izin Usaha Perkebunan

SUNGAI RAYA-Komisi B DPRD Kabupaten Kubu Raya meminta kepada eksekutif untuk menertibkan perusahaan perkebunan yang tidak aktivitasnya tidak efektif, tidak melaksanakan bina lingkungan dan bagi hasil yang jelas kepada masyarakat. Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Kubu Raya, Suprapto mengatakan pihaknya mencatat di Kabupaten Kubu Raya diperkirakan ada 40 perusahaan perkebunan yang beraktivitas.
30 diantaranya sudah mengantongi izin tetapi baru 23 yang sudah menjalankan aktivitasnya, seperti land clearing dan penanaman. “Masih banyak perkebunan yang tidak beraktivitas, ini tentu merugikan pemerintah kabupaten dan masyarakat. ini perlu dievaluasi dan jika perlu ditindak tegas, seperti pencabutan izin,” katanya, Senin (16/12).  Suprapto meminta kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya untuk memberikan peringatan kepada perusahaan-perusahaan yang selama ini hanya mengantongi izin dan hanya memamerkan pembibitan tetapi tidak aktivitas perkebunan sesuai dengan izin yang telah diberikan. “Ada lima belas sampai dengan dua puluh perusahaan perkebunan yang hanya memamerkan pembibitan, ini jelas merugikan,” ucapnya.
Read more »

Labels: ,

Kuala Mandor A Terendam Banjir Dua Ribu Jiwa Mengungsi

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kecamatan Kuala Mandor A, Sahril mengatakan akibat bencana banjir yang melanda tiga dusun tersebut banyak warga yang telah meninggalkan rumahnya karena khawatir terjadi banjir susulan. “Warga  terpaksa membuat tenda darurat. Bahkan ada diantaranya yang tinggal di atas jembatan,” katanya ketika dihubungi melalui telepon, Kamis (13/12). 

Menurut Sahril warga terpaksa meninggalkan rumah mereka karena sudah tidak bisa ditempati lantaran terendam banjir. “Diperkirakan banjir setinggi setengah meter. Bahkan di Dusun Karya Bakti banjir telah merendam hingga mencapai bumbung rumah,” ungkapnya. Sahril menuturkan bencana banjir yang melanda tiga dusun di Kecamatan Kuala Mandor A sudah terjadi selama sepuluh hari. Akan tetapi sampai saat ini belum ada bantuan yang memadai. “Pemerintah kabupaten hanya memberikan mie instan sebanyak 25 dus. Kalau dipikir apakah cukup untuk jumlah penduduk yang ribuan,” ujarnya dengan nada bertanya. 

Read more »

Labels: ,