Monday, June 4, 2012

Disdik: Daya Tampung Sekolah Cukup


SUNGAI RAYA—Dinas Pendidikan (Disdik) Kubu Raya memastikan daya tampung pelajar SMP/SMA Negeri atau Swasta di kabupaten termuda di Kalbar mencukupi untuk para murdi baru. ”Tidak ada masalah untuk pelajar lokal Kubu Raya. Akan tetapi sekolah kita terbuka bahkan menerima pelajar asal tetangga Kubu Raya seperti warga Kota Pontianak yang belajar ke sini. Tetapi di Kota Pontianak tidak demikian, Disdik di sana memberlakukan quota sebesar lima persen,” kata Frans Randus, Kepala Dinas Pendidikan Kubu Raya, Jumat (1/6).

Dia mengatakan daya tampung atau output pelajar SMP/SMA sebetulnya berimbang. Hanya saja yang menjadi persoalan adalah para orang tua murid atau pelajar cenderung ke sekolah negeri. Sementara kualitas sekolah-sekolah swasta di Kubu Raya tidak sedikit.  “Kalau disinergiskan penerimaan setiap tahunnnya, tentulah daya tampung pelajar lokal Kubu Raya cukup,” ujarnya.
Disdik Kubu Raya memastikan penerimaan pelajar SMP/SMA tahun mendatang sudah ada arahan. Salah satunya dengan membuat edaran ke sekolah-sekolah mengutamakan pelajar asal Kubu Raya meski tidak melarang pelajar luar  bersekolah di sini. ”Kita utamakan dulu pelajar lokal,” katanya. Untuk PSB tahun 2012, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bakalan memperketat dengan memprioritaskan pelajar-pelajar lokal. Itu dilakukan Disdik mulai pelajar SD, SMP dan SMA. Tujuannya mengantisipasi siswa tidak tertampung ketika penerimaan murdi baru berlangsung nanti.

Frans menjelaskan sejak diberlakukan kuota 5 persen penerimaan siswa dari luar kota oleh Dinas Pendidikan Kota Pontianak, sedikit banyak berpengaruh ke kuota penerimaan siswa baru di setiap jenjang pendidikan di Kubu Raya. “Akan tetapi tidak ada masalah. Makanya kita tetap memprioritaskan pelajar lokal sekolah di Kubu Raya,” ujarnya.

Ia menjelaskan beberapa kecamatan di Kubu Raya berbatasan langsung dengan Kota Pontianak seperti Kecamatan Sungai Raya, Sungai Ambawang, Sungai Kakap dan Kuala Mandor B ternyata banyak anak KKR bersekolah ke Kota Pontianak. ”Termasuk juga sebaliknya. Dengan diberlakukannya kouta tentu memperkecil peluang anak-anak Kubu Raya bersekolah di Kota Pontianak. Sehingga tidak menutup kemungkinan banyak anak Kubu Raya yang tidak bisa melanjutkan pendidikan di sekolah negeri," tuturnya.

Untuk mengantisipasinya, Disdik Kubu Raya sudah melakukan koordinasi dengan sekolah negeri dan swasta di Kubu Raya. "Kita akan prioritaskan siswa asal Kubu Raya. Jika kuota lebih baru kita akan menerima siswa dari luar daerah. Dalam hal ini kita tegaskan, kita tidak memberlakukan kuota seperti Kota Pontianak karena kita menyadari bahwa hak mendapatkan pendidikan diatur oleh Undang Undang dan yang namanya negara kesatuan tidak ada istilah pembatasan," ungkapnya.

Terpisah, Ketua Komisi D DPRD Kubu Raya, Mustafa mengatakan pihaknya telah menekankan ke sekolah di Kubu Raya memprioritaskan siswa lokal di penerimaan siswa baru di setiap jenjang pendidikan. “Jika prioritas terpenuhi dan masih ada kuota menerima siswa dari luar daerah, baru itu diberlakukan. Jangan sampai siswa kita sendiri tidak bisa mengenyam pendidikan di sekolah negeri. Jelas kita harus mengutamakan siswa lokal," kata Mustafa.

Sementara Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan terus menggeber pembangunan sekolah-sekolah baru di setiap daerah bagi pelajar SD, SMP dan SMA/SMK di Kubu Raya. Kebijakan tersebut dilakukan guna mengantisipasi daya tampung atau membludaknya minat pelajar lokal untuk belajar ke luar. “Kita terus berproses membangun sekolah baru setiap tahunnya. Itu tidak bisa dimulai serentak tetapi bertahap,” katanya.

Menurutnya, pembangunan sekolah terus berproses. Ibaratnya tidak dapat dlakukan sekaligus. Pada tahun kemarin setidaknya ada 3 SMA dibangun dan  2 SMP. “Insya Allah kita akan kerja keras dan kejar proses pembangunannya,” ucapnya. Untuk PSB tahun 2012 ini, Bupati Muda juga meminta sekolah negeri dan swasta memprioritaskan anak-anak lokal. Namun dia tidak melarang seandainya ada pelajar luar ingin bersekolah di Kubu Raya. ”Silahkan saja. Kita terbuka kok,” ujarnya.

Sumber : 
http://www.pontianakpost.com/index.php?mib=berita.detail&id=110183#

Labels: ,