Wednesday, December 18, 2013

Kuala Mandor A Terendam Banjir Dua Ribu Jiwa Mengungsi

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kecamatan Kuala Mandor A, Sahril mengatakan akibat bencana banjir yang melanda tiga dusun tersebut banyak warga yang telah meninggalkan rumahnya karena khawatir terjadi banjir susulan. “Warga  terpaksa membuat tenda darurat. Bahkan ada diantaranya yang tinggal di atas jembatan,” katanya ketika dihubungi melalui telepon, Kamis (13/12). 

Menurut Sahril warga terpaksa meninggalkan rumah mereka karena sudah tidak bisa ditempati lantaran terendam banjir. “Diperkirakan banjir setinggi setengah meter. Bahkan di Dusun Karya Bakti banjir telah merendam hingga mencapai bumbung rumah,” ungkapnya. Sahril menuturkan bencana banjir yang melanda tiga dusun di Kecamatan Kuala Mandor A sudah terjadi selama sepuluh hari. Akan tetapi sampai saat ini belum ada bantuan yang memadai. “Pemerintah kabupaten hanya memberikan mie instan sebanyak 25 dus. Kalau dipikir apakah cukup untuk jumlah penduduk yang ribuan,” ujarnya dengan nada bertanya. 

Sahril mengaku kecewa dengan sikap Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. pasalnya untuk menyalurkan bantuan pemerintah kabupaten menyatakan biaya transportasi harus ditanggung oleh pihak desa sekitar Rp2 juta. “Kalau bantuan baru akan dikirim ketika dana transportasi ditanggung kita inikan sudahkan kacau. Kalau uangnya tidak ada berarti bantuan juga tidak ada. Kenapa membantu harus meminta bantuan juga dengan warga yang membutuhkan pertolongan,” ucapnya dengan nada kesal. 
Saat ini, dia menambahkan warga sangat membutuhkan bantuan. Mulai dari makanan, selimut dan sembako. Belum lagi kondisi kesehatan yang dikhawatirkan mulai timbul penyakit. Bahkan, akibat banjir ini perekonomian warga lumpuh. “Warga terpaksa tidak bisa bekerja karena lahan pertanian yang ada juga ikut terendam, infrastrukutur telah putus dan rumah sudah kosong karena ditinggalkan,” tuturnya. 

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten  Kubu Raya dapil Sui Ambawang - Kuala Mandor B, Nelly Leony menyayangkan sikap Pemerintah Kabupaten yang dinilai lamban menyalurkan bantuan kepada warga yang terkena banjir. “Sudah sepuluh hari tapi yang dikirim hanya mie instan. Pemerintah berkewajiban untuk memperhatikan rakyatnya ketika terkena musibah. Saya berharap Pemerintah dapat segera tanggap dengan musibah ini,” pungkasnya.  Nelly pun berharap instansi terkait seperti BPBD, Dinsos, SAR dan lainnya seharusnya sudah sedari awal telah mempersiapkan segala sesuatu untuk menyalurkan bantuan. Jangan sudah terjadi baru menyiapkan akibatnya harus menunggu dulu beberapa hari sampai ke lokasi. “Yang jelas, masyarakat membutuhkan bantuan segera. Jangan diperlambat dengan alasan yang tidak masuk akal,” tegasnya. (adg)

sumber : http://www.pontianakpost.com/pro-kalbar/kubu-raya/11866-dua-ribu-jiwa-mengungsi.html
tanggal 13/12/2013

Labels: ,