Monday, August 31, 2015

JARI Borneo Barat Ikuti Kongres Sungai Indonesia 2015

Gusti Carma Dwi Husada, salah satu staf JARI Indonesia Borneo Barat merupakan salah satu peserta perwakilan dari Pontianak, Kalimantan Barat yang mengikuti kegiatan Kongres Sungai Indonesia 2015 yang dilaksanakan di Banjarnegara, Jawa Tengah pada tanggal 26 - 30 Agustus 2015.

Menurut Gusti Carma, kegiatan ini sangat penting dan baru pertama kali dilakukan di Indonesia. Sehingga keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi sebuah momentum penting dalam rangka mengggali informasi dan solusi penangannaya terhadap berbagai permasalahan sungai baik se-Indonesia dan khususnya Kalimantan Barat.

“ini yang pertama kalinya di Indonesia dilaksanakan sebuah kongres secara khusus membahas tentang sungai. Dimana memang tidak bisa kita pungkiri, banyak sekali permasalahan terhadap sungai baik se-Indonesia dan khususnya Kalimantan Barat. Sehingga dengan mengikuti Kongres ini salah satu momentum penting untuk menggali berbagai informasi dari berbagai daerah dan pemerintah bagimana kondisi dan solusi dalam menyelesaikannya” ungkapnya.

Masih menurut Gusti Carma, permasalahan yang terjadi pada sungai saat ini perlu penanganan yang sangat maksimal. Dibutuhkan komitmen dari berbagai pihak, baik pemerintah, pengusaha, akademisi, NGO dan masyakakat. Contohnya adalah sungai - sungai kecil dan sungai besar seperti Sungai Kapuas yang merupakan sungai terpanjang di Idonesia.


"Hampir semua sungai yang ada di indonesia memiliki masalah masing - masing yang masih belum terselesaikan. Penanganan yang buruk terhadap masalah sungai menjadi hal yang perlu diperhatikan. Sungai Kapuas merupakan sungai terpanjang di Indonesia. Untuk sungai - sungai kecil di selain Kapuas yang ada di pulau Jawa saja masih buruk penanganannya, apalagi untuk sungai Kapuas yang merupakan sungai yang sangat besar dan terpanjang. Sehingga sangat dibutuhkan komitmen bersama dan harapannya dari kegiatan kongres ini akan tercapai komitmen tersebut" ungkapnya.

Masih menurut Gusti Carma, sebelum keberangkatan untuk mengikuti kegiatan Kongres, berbagai persiapan yang telah dilakukan oleh JARI Indonesia Borneo Barat dalam rangka menggali dan mengumpulkan informasi serta strategi tentang penyelesaian permasalahan sungai yang terjadi di Kalimantan Barat.

“beberapa kegiatan diskusi kami lakukan dengan melibatkan beberapa pihak di Pontianak yang konsen terhadap isu sungai. Baik dari kalangan pemerintah, akademisi, NGO dan individu yang konsen dengan isu sungai. Dengan berbagai informasi yang dihasilkan dari diskusi – diskusi tersebut sebagai bahan yang akan dibahas dan disampaikan pada saat Kongres Sungai Indonesia 2015” ungkapnya.

Menurut Yudith E. Vitranilla (Sekwil JARI Indoensia Borneo Barat) keterlibatan peserta untuk kegiatan Kongres ini tidak terbatas dan terbuka. Sehingga siapa saja bisa mengikuti dengan mengirim aplikasi pendaftaran kepada panitia. Panitia Kongres juga menyampaikan informasi ini melalui internet.

“Dari informasi yang kami dapat dari panitia Kongres Sungai Indonesia 2015 yang di posting di Internet dan teman jaringan, sepertinya untuk peserta kegiatan kongres sifatnya sangat terbuka bagi kalangan mana saja, baik pemerintah, akademisi, NGO dan masyarakat yang konsen dan bekerja pada isu sungai. Cara untuk menjadi peserta juga mudah, hanya mengirim aplikasi pendaftaran kepada panitia dan dengan biaya mandiri. Panitia tidak menanggung sepenuhnya biaya – biaya untuk peserta” ungkapnya.

Menurut Gusti Carma, dari kegiatan kongres Sungai Indonesia 2015 yang berlangsung selama 5 (lima) hari tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan yang dirumuskan oleh semua peserta. Kesepakatan tesebut kemudian di beri nama “Maklumat Serayu”. Selain menghasilkan sebuah maklumat, dalam kongres tersebut menghasilkan berbagai rekomendasi yang menjadi sebuah keputusan dan komitmen hasil kongres. Rekomendasi tersebut mencakup berbagai Isu yang dihasilkan dari sidang komisi dari beberapa isu.

Hasil rapat pleno KSI secara mufakat mufakat memilih Agus Gunawan Wibisono sebagai Sekjen KSI. Sekjen KSI bertugas untuk menjalankan keputusan Dewan Presidium dan menguatkan dan memperluas jaringan peduli sungai. Agus Gunawan Wibisono merupakan salah satu Aktivis Seknas JARI Indonesia.
Untuk membantu kerja-kerja Sekjen akan dibentuk Staf Kesekertariatan yang akan ditentukan setelah rapat pertama Lembaga Presidium KSI. Selanjutnya, KSI akan digelar secara bertuntun di beberapa wilayah. Secara beruntun KSI 2016, 2017, 2018 akan digelar di Jawa Timur, Banjarmasin, dan DKI Jakarta.
 “Maklumat Serayu”
Kongres Sungai Indonesia

Air itu hidupku, sungai itu nadiku, maritim itu budayaku. Kami peserta Kongres Sungai Indonesia menyadari bahwa sungai-sungai di Indonesia dalam kondisi sekarat, yang ditandai oleh:
1. Pencemaran sungai telah membahayakan kehidupan.
2. Banjir dan kekeringan semakin ekstrem.
3. Keanekaragaman hayati sungai hilang.
4. Sumber penghidupan hilang.
5. Rasa hormat terhadap sungai hilang.
6. Pendangkalan, penyempitan dan rusaknya sempadan sungai, serta rusaknya daerah aliran sungai.
Memahami urgensi di atas, demi kelangsungan hidup bersama, kami sepakat untuk menjalankan revolusi pengelolaan dan kawasan daerah aliran sungai.
Banjarnegara, 30 Agustus 2015

Labels: