Wednesday, December 8, 2010

CK Tahanan Kota


PONTIANAK. Satu dari empat tersangka korupsi pengadaan pakaian Hansip di Badan Kesbangpolinmas, CK, belum dikerangkeng dalam Rutan. Kepala Dinas Kehutanan Kalbar ini dalam status tahanan kota.

“Dia (CK, red) tahanan kota,” kata Arifin Arsyad SH, Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasi Penkum Humas) Kejati Kalbar kepada Equator, Kamis (4/11).

Kejaksaan mengaku memiliki alasan kuat tidak menahan CK. “Yang bersangkutan sedang sakit,” tutur Arifin. Sayangnya, Arifin tidak memberikan ketegasan jenis penyakit yang diderita mantan Bupati Kabupaten Pontianak itu. “Yang jelas dia sakit dan ada rekam medik yang diberikan pengacaranya,” kata dia.

Penetapan status tahanan kota itu sebenarnya sudah dilakukan sejak akhir Oktober lalu atau sehari sebelum TF ditahan, Senin (25/10). “Waktu itu ia sempat diperiksa beberapa saat. Tapi mengeluh sakit,” pungkas Arifin.

Pakar Hukum Pidana Untan, Pantas Sianturi SH MH menegaskan, penahanan terhadap tersangka merupakan kewenangan penuh penyidik. “Kalau penyidik memandang tidak berbahaya, boleh-boleh saja menjadi tahanan kota atau tahanan rumah,” kata Pantas kepada Equator via selularnya, tadi malam.

Dijelaskan Pantas, dalam melakukan penahanan, ada beberapa alasan yang harus menjadi pertimbangan. Alasan itu antara lain menghindari tersangka melarikan diri, menghindari tersangka menghilangkan barang bukti, dan menghindarkan tersangka mengulangi perbuatan yang sama.

“Selain itu, ancaman hukumannya juga harus dipertimbangkan. Jika di atas lima tahun, sebaiknya jangan diberikan status tahanan kota atau tahanan rumah,” imbuhnya.

Pemberian status tahanan rumah atau tahanan kota terhadap seseorang yang diancam hukuman di atas lima tahun bisa berdampak besar. Dampak yang dimaksud adalah dampak sosial. “Bisa mengundang perhatian publik. Nanti ada yang membanding-bandingkan kenapa ada yang tahanan rumah, ada yang tahanan Rutan, dan ada yang tahanan kota,” tandas Pantas. (bdu)


Penanganan Kasus Korupsi Masa kepemimpinan Kajati Faedhoni Yusuf
Tersangka
Modus
Penahanan
Psm
biaya pengobatan PNS Pemprov Kalbar
19/8/2010
DAR
Pembangunan pelabuhan laut Paloh
25/8/2010
Rk
Pengadaan pakaian Hansip
26/8/2010 
AM
Korupsi dana talangan APBD Landak
18/9/2010
Rt
penggunaan kas PT Pelindo Pontianak
24/9/2010
ES
Pembangunan pelabuhan laut Paloh
29/9/2010
CK
Pengadaan pakaian Hansip
25/10/2010
TF
Pengadaan pakaian Hansip
26/10/2010
Sg
Pengadaan buldoser DKP
26/9/2010
Sk
Pengadaan buldoser DKP
26/9/2010
DH
Pengadaan buldoser DKP
26/9/2010
KS
Pengadaan buldoser DKP
26/9/2010
DG
Pengadaan pakaian Hansip
27/9/2010

Labels: