Monday, January 10, 2011

Hak Keadilan

Pontianak Post, Minggu 9 Januari 2011

PONTIANAK—Salah satu hak-hak dasar masyarakat adalah hak keadilan di mata hukum. Di mata hukum masyarakat harus mendapat perlakuan yang sama, baik itu pejabat, konglomerat, pengusaha, maupun masyarakat biasa. Terlebih, bagi masyarakat masyarakat miskin. Hairul Sani, manager Program JARI Orwil Borneo Barat mengatakan, realita pelaksanaan hukum di lapangan sekarang ini masih rentan keberpihakannya kepada orang-orang yang memiliki kekuasaan, wewenang dan kekayaan dan seakan-akan menyepelekan dan tidak berpihak kepada masyarakat miskin.

Hal itu menyebabkan, banyak kasus-kasus yang melibatkan para pejabat, konglomerat dan orang yang memiliki uang, lepas dari jeratan hukum. Sedangkan masyarakat miskin sangat sulit mencari keadilan di mata hukum. “Jika masyarakat miskin melakukan kesalahan, hukum dengan begitu cepat memutuskan dan mengadilinya dan apa bila masyarakat miskin dianiaya, maka masyarakat miskin akan pasti kecewa karena apa yang diputuskan oleh hukum seringkali meringankan para penganiaya,” katanya.Dalam penanganan kasus hukum, baik kasus yang dikategorikan kasus ringan sampai berat, pelaksanaanya diharapkan sama. Yaitu, lebih mengedepankan keadilan, transparansi dan tidak diintervensi oleh apapun dan siapun. “Karena kembali kepada dasarnya bahwa di mata hukum, semua manusia sama,” tegasnya.
Dia berharap, tahun 2011 menjadi momentum yang harus digunakan oleh para penegak hukum memperbaiki kinerjanya, baik dari tingkat kepolisisan, kejaksaan dan kehakiman. Kepolisian terutama penyidik harus benar-benar melakukan penyidikan dengan sebaik mungkin sesuai dengan keterangan dan sumber yang terpecaya. Proses penyidikan menjadi hal yang sangat penting untuk berjalan atau tidak suatu kasus. Apakah diteruskan keperadilan atau tidak, apakan kategori ringan atau berat.

Oleh karena itu, Sani berharap orang-orang yang menempati posisi penyidik harus benar menerapkan prinsip keadilan, bersih, tidak bisa diinterfensi oleh apapun dan siapun serta menjalan hukum sebagaimana mestinya. “Penyidik harus bersikap tegas, kebal dari sogokan dan mendapatkan dan memutuskan sesuai keterangan dan sumber yang akurat,” katanya.Krena itu, JARI Orwil Borneo Barat mendorong agar supaya hukum bisa dilaksanakan denga sebaik-baiknya, menjunjung keadilan kepada seluruh masyarakat dan tidak intervensi oleh apapun dan siapapun.“Sehingga masyarakat akan berpikir seribu kali untuk melakukan kesalahan dan kejahatan dan mengulanginya, karena di mata hukum apa yang mareka lakukan akan mendapat hukuman yang setimpal sesuai dengan apa yang telah mareka perbuat,” katanya.

Labels: