Wednesday, January 5, 2011

Kajati Siapkan Jurus Jitu

equator,5Januari 2010
Pontianak. Kejati Kalbar terus mengintai para pelaku korupsi di daerah ini. Sejumlah jurus jitu sudah dipersiapkan untuk mengiring koruptor ke meja pengadilan.
“Sesuai arahan pimpinan di Kejagung, tahun 2011 ini kita akan melakukan optimaliasi penanganan kasus korupsi baik secara kualitas maupun kuantitas,” kata Muhammad Salman, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kalbar menjawab Equator di kantornya, Senin (3/1).
Optimalisasi penanganan kasus korupsi itu akan diwujudkan dengan sejumlah jurus jitu. Sayangnya, Salman tidak menyebutkan secara rinci apa-apa langkah yang akan dilakukan Kejati dalam upaya memerangi korupsi tersebut. Namun satu diantaranya adalah soal penyiapan SDM.
“Kita akan melaksanakan pembenahan SDM di jajaran Kejati Kalbar, khususnya pembenahan SDM Jaksa,” imbuhnya.
Khusus untuk pembenahan SDM tersebut, banyak cara yang bisa dilakukan Kejati. Cara itu antara lain, melalui kegiatan sekolah, workshop, pelatihan dan pendidikan jaksa-jaksa yang bertugas di bidang penanganan korupsi.
Selain pembenahan SDM, Kejati Kalbar juga akan membuka diri untuk bekerjasama dengan semua element masyarakat. Artinya, jika ada masyarakat yang mengetahui tindak pidana korupsi, dapat melaporkan langsung ke Kajati Kalbar.
“Tapi kita juga harus memilah laporan tersebut. Artinya, tidak semua laporan kita terima dan kita perkarakan,” ucapnya.
Keputusan memilah laporan yang dimaksud Salman, bukan berarti Kejati tebang pilih dalam menangani kasus korupsi. Pemilahan yang dimaksud menyangkut apakah laporan itu benar-benar korupsi atau ada unsur lain dibaliknya.
“Bisa jadi ada unsur lain dalam laporan itu. Jadi belum tentu semuanya bisa dipekarakan. Kalau tidak terbukti, tidak kita tindaklanjuti,” kata Salman.
Bagi Kejati Kalbar, korupsi merupakan kejahatan yang mendapat perhatian besar. Mereka bertekad untuk sekuat tenaga memerangi pelaku-pelaku korupsi yang ada di daerah ini.
Soal target, Kejati memang tidak memberikan kepastian berapa jumlah perkara yang akan mereka tangani pada tahun 2011 ini. Namun mereka bertekad agar jumlah penanganan kasus korupsi lebih dari tahun lalu. “Mudah-mudahan bisa melebihi tahun 2010,” cetusnya.
Selama 2010, belasan kasus korupsi berhasil dibongkar Kejati Kalbar. Beberapa diantaranya sudah sampai ke meja pengadilan (malah ada yang sudah divonis), misalnya kasus Pakaian Hansip di Badan Kesbangpolinmas Kalbar, pengadaan buldoser di Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Pontianak, Sirkuit Batulayang, pembangunan pelabuhan laut Paloh, dan lainnya. “Khusus di Kejati, kerugian negara yang bisa diselamatkan sekitar Rp 110 juta,” tandasnya.
Manager Advokasi Jaringan Masyarakat Transparansi Indonesia (JARI) Orwil Borneo Barat, Hairul Sani mendukung langkah Kejati yang membuka diri terhadap laporan masyarakat. “Tapi kalau memang laporan itu benar, Kejati harus segera menindaklanjutinya,” ucap Sani.
JARI sebagai element masyarakat, kata dia, siap memberikan dukungan penuh kepada Kejati dalam memerangi korupsi. Mereka bahkan siap memberikan data jika memang menemukan indikasi korupsi.
“Kalau memang kita mendapatkan data korupsi, kita akan berikan. Kita tidak mengharapkan data itu dibalas imbalan uang atau apa pun dari Kejati. Yang penting kasus korupsi itu diproses demi menjaga sehatnya pembangunan di daerah ini,” tukas Sani.

Labels: