Tuesday, February 19, 2013

HIV dari Hubungan Seksual Meningkat


Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kalimantan Barat Syarif Tato Thaha Alqadri menyatakan penularan HIV/AIDS dari hubungan seksual meningkat dalam dua tahun terakhir. “Cukup tinggi dari hubungan seksual. Hampir 50 persen,” ujar Tato seusai teleconference tentag BKKBN Kalbar, Senin (18/2).

Ia menjelas kan dari 1993 hingga 2012 terdapat 4,278 kasus HIV, 2.001 AIDS dan 515 orang meninggal dunia akibat penyakit tersebut. Dari kasus yang ada terdapat 38 Balita . kasus tertinggi berada di kota Pontianak dan Singkawang.

Saat ini lanjut Tato, mareka yang terinfeksi HIV/AIDS tidak kesulitan mendapatkan antiretroviral (ARV). Ada tujuh rumah sakit rujukan untuk mendapatkan ARV yakni RSUD Sudarso, RS Antonius, RS Abdul Azis Singkawang, RS Agoes Djam Ketapang, RS Rubini Mempawah , dan dua rumah sakit umum daerah lainnya.

Hingg saat ini sebanyak 740 orang masih menggunakan ARV, 402 meninggal, 97 orang diberhentikan menggunakan dokter karena resistensi, dan 197 orang lolos dari follow up ARV. Mareka yang lolos diantaranya disebabka ketidakpatuhan terhadap petunjuk teknis dan dokter, ada yang menghilang dan sebagainya.

Asisten II Setda Kalbar Lensus Kandri menambahkan saat ini komitmen pemerintah terhadap penanggulangan HIV/AIDS cukup tinggi. Hal ini dilihat dari anggaran dan kelembagaan. “Semua kabupaten sudah  terbentuk komisi penanggulangan AIDS, “ujar Lensus. Ia menjelaskan pada 2013 pembiayaan untuk HIV/AIDS diseluruh Kalbar hamper mencapai Rp 6 milyar.

Dari jumlah tersebut sebanyak Rp 1,75 milyar dianggarakan Pemprov Kalbar, dan naik dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 1,1 milyar. Sedangkan dari anggaran kabupaten dan kota di Kalbar mencapai Rp 4,2 milyar pada tahun ini. “Ini menunjukan komitmen pemerintah cukup tinggi.

Sumber : Media Lokal, Pontiaak Post, Selasa 19 Februari 2013.

Labels: ,