Sunday, February 24, 2013

Kubu Raya_Buta Aksara Tinggal 2,16 Persen


Dinas Pendidikan Kabupaten Kubu Raya terus menggeliat maju. Anggaran dan sumber daya terbatas tak melemahkan kinerja. Buktinya, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan APK Indeks Pembangunan Manusia termasuk angka melek huruf meningkat. Bahkan sejumlah program Kemendikbud RI telah dirampungkan 100 persen. Demikian disampakan Kepala Dinas Pendididkan Kubu Raya, Frans Randus, Jum’at (22/2). Fras menuturkan harus disadari bahwa Kabupaten Kubu Raya baru mengelola dirinya lima tahun pasca pemekaran dari Kabupaten Pontianak. Artinya dengan sumberdaya manusia dan anggaran terbatas pihaknya terus membangun, memperkuat dan mewujudkan cita-cita pemekaran itu.

Proses bertahap bukan seperti membalikan telapak tangan, namun prose situ mengalami percepatan. “Untuk menilai bidang pendidikan tidak bisa dilakukan dengan sekali pandang saja, namn bandingkan apa yang sudah terbangun dan terwujud dengan ketika kita masih bergabung dengan Kabupaten Pontiaak,”katanya.

Frans menegaskan saat ini angka kepuasan masyarakat (IKM) bagi pendidikan di Kubu Raya sudah mencapai 74,10 persen. Ini buka data abal-abal, data tersebut berdasrkan survey menggunakan kuisioner. Bila disamakan dengan partai poitik, IKM ini elaktibilitas. Artinya, dengan anggaran dan sumberdaya manusia yang terbatas pihaknya bisa mendapatka kepercayaan dan kepuasan masyarakat. “Kita bicara berdasarkan data dan fakta. Silakan bandingkan dengan sebelum pemekaran, karena Kubu Raya baru membangun sejak pemekaran,”katanya.

Saat ini lanjut Frans, anggak melek huruf pada tahun 2013 sudah mencapai 97,84 persen dan angka buta aksara tinggal 2,16 persen. Bila dikalika dengan jumlah pennduduk Kubu Raya 500.970 jiwa, mak yang tersisa 10.828 jiwa. Tahun ini akan ditargetkan berkurang 3000 jiwa sehingga sisa 7828 jiwa.

Berdasarkan itu saja, anggak buta aksara ini juga harus dipilah berdasrkan umur. Usia 15-24 tahun tersisa 1.321 jiwa, 25-44 tahun 2.265 jiwa, 45-60 tahun 3.650 jiwa, dan di atas umur 60 tahun 3.592 jiwa. “Bisa dilihat sendiri kelompok umur yang terbesar masih buta aksara. Sementara ini, angka APM untuk tingkat SD/MI/paket A sidah 115,71 persen, SMP/MTs/paket B 89,04 persen,SMA/MA/paket C 73,99 persen. Sementara ruang kelas untuk SD/MI tahun 2012 ini 2.593 kelas, SMP/MTs 642 kelas dan SMA/SMK/MA 230 kelas. Sedangkan jumlah guru negeri jenjang SD sampai SMA 4.630 guru, guru swasta 1499 guru.

Farans menambahkan angka APK untk tingkat SD/MI/paket A, 115,71 persen, SMP/MTs/Paket B, 89,04 persen,  tingkat SMA/MA/Paket C 73,99 persen. Ruang kelas SD se Kubu Raya sebanyak 2593 unit, SMP 624 unit dan SMA 230 unit. Ppenurunan angka putus sekolah SD, pada 2009 0,87, 2010 0,82, 2011 0,77 sedangkan  tahun 2012 0,18. Penurunan agka putus sekolah SMP tahun 2009 1,3, tahun 2010 1,27, tahun 2011 1,00 dan 2012 ,0,62. Penurunan angka putus sekolah SMA/SMK 2009 1,49, 2010 1,45, 2011 1,21 dan 2012 0,14. “Dari capaian angka putus sekolah, sekamin tahun jumlah anak yang putus sekolah semakin berkurang. Apakah ini bukan kemajuan, keberhasilan? Ini gambaran 4 tahun pasca pemekaran. Begiitu juga degna angka APK.

Farans menjelaskan upaya peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan kependidikan sendiri di Kubu Raya setiap tahhun semakin meningkat dimana kualifikasi guru S1/D4, pada 2009 16,00 persen, 2010 18,81 persen, 2011 38,89 persen dan 2012 66,37 persen.

“Di APBD selalu mengalokasikan dana untuk peningkatan kualitas guru dan setiap tahun meningkat. Untuk sertifikasi, tahun lalu quota Kubu Raya hanya 416 guru tetapi kita usahakan untukmikut uji kompetensi mencapai 746 dan yang lulus520 guru. Artinya sudah melebihi quota. Kubu Raya sendiri sudah mencapai 100 persen pendataan guru yang belum sertifikasi dan ini sudah terjaring di data LPMP.

Sumber :media Lokal Pontianak Post, Sabtu 23 Februari 2013

Labels: ,