Wednesday, February 13, 2013

Peningkatan Capacity Building JARI Indonesia Borneo Barat


Pada tanggal 17-19 Januari 2013, JARI Indonesia Borneo Barat melakukan lokakarya internal untuk melakukan pengkajian atau assessment kapasitas kelembagaan yang dilaksanakan di Hotel Orchadz Gajah Mada Pontianak. Kegiatan ini didanai oleh The Asia Foundation dalam rangka untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan JARI Indonesia Borneo Barat. Kegiatan ini difasilitasi oleh Bapak Hendrik S, perwakilan dari YAPPIKA dengan menggunakan Organizatinal Capacity Performance Assessment Tools (OCPAT), sebuah alat self-assessment yang dikembangkan oleh YAPPIKA dengan mengadaptasi dua buah alat pengkajian kapasitas kelembagaan lainnya, yaitu Organizational Capacity Assessment (OCA) dan Organizational Development Snapshot Tools (ODST). Lokakarya ini diikuti oleh 14 orang peserta yang merepresentasikan Pendiri, Majelis Anggota (MATA), Badan Pengawas (BP), Badan pelaksana dan staf serta beberapa anggota JARI Indonesia Borneo Barat.

Hal yang dibahas dalam kegiatan ini adalah mengkaji kapasitas yang dimiliki oleh JARI Indonesia Borneo Barat baik dari sisi kekuatan maupun kelemahan dengan melihat beberapa komponen, sesuai dengan metode yang termuat dalam modul OCPACT.

Ada enam komponen yang dinlai oleh peserta dalam mengkaji kekuatan dan kelemahan kapasitas lembaga JARI Indonesia Borneo Barat. Masing-masng komponen memiliki beberapa sub komponen yang menggali secara dalam tentang kapasitas tersebut.

Ada pun komponen dan sub komponen tersebut adalah :

1.   1. Orientasi Organisasi yang terdiri dari beberapa sub komponen, yaitu : (1) Filosofi Organisasi, (2) Isu-isu Strategis, (3) Nilai-nilai dan penerapannya, (4) Peran atau Posisi Organisasi terhadap isu-isu strategis organisasi.

 2    2. Tata Kepengurusan, yang terdiri dari beberapa sub komponen, yaitu (1) pembagian kekuasaan/kewenangan, tugas dan fungsi pokok, (2) mekanisme pengambilan keputusan, (3) mekanisme transparansi dan akuntabilitas.

3.  3. Manajemen organisasi, terdiri dari beberapa sub komponen, (1) manajemen SDM, (2) manajemen informasi, (3) manajemen keuangan, (4) manajemen kantor, (5) mekanisme pengelolaan dan atau penyelesaian konflik.

4.   4.  Manajemen Program, terdiri dari beberapa sub komponen, (1) pendekatan pengelolaan program, (2) pelibatan penerima manfaat, (3) pengembangan proses pembelajaran/ruang pembelajaran.

5.   5.  Keberlanjutan, terdiri dari beberapa sub komponen, (1) fundraising/mobilisasi sumber-sumber daya, (2) kaderisasi dan regenerasi, (3) kepercayaan dan legitimasi publik.

6.    6.  Kinerja, terdiri dari beberapa sub komponen, (1) proses dan kualitas pemberdayaan masyarakat penerima manfaat (laki-laki, perempuan, tua, muda, miskin), (2) tingkat kepercayaan masyarakat yang dilayani terhadap organisasi, (3) hubungan kerja dengan stakeholder trategis untuk perluasan isu dan gagasan, (4) tingkat keberlanjutan program dan kegiatan di masyarakat, (5) jumlah dan peningkatan kualitas jaringan kerja, (6) lahirnya kebijakan publik yang berpihak pada kaum miskin dan perempuan.

Dari kegiatan kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari tersebut manghasilkan sebuah penilaian tentang kekuatan dan kelememahannya. Dari sisi kekuatan, JARI Borneo Barat memiliki situasi kelembagaan dan  kinerja yang cukup baik. Hingga saat ini, JARI Borneo Barat secara konsisten memperjuangkan isu-isu strategis seperti transparansi dan akuntabilitas anggaran daerah, pelayanan publik dasar (pendidikan dan kesehatan) dan keberlanjutan lingkungan. JARI Borneo Barat dalam mendorong isu-isu strategis memposisikan diri sebagai mitra kritis terhadap pemerintah daerah dan capacity builder bagi komunitas dampingan.

Sedangkan kelemahannya, dari nilai-nilai yang dihasilkan pada tiap komponen dan sub komponen dengan menggunakan interval buruk, kurang, cukup dan baik,JARI Indonesia Borneo Barat berada pada posisi cukup. Sehingga banyak rekomendasi yang dihasilkan dan harus dilakukan oleh JARI Indonesia Borneo Barat untuk meningkatkan kasipasitas kelembagaan. Dengan demikia, untuk lima tahun ke depan JARI Indoensia Borneo Barat memiliki kekuatan dalam melakukan kerja-kerja advokasi dalam upaya mendorong terselenggarannya pemerintahan yang bai dan bersih demi terwujudnya hak-hak dasar masyarakat selaku warga Negara.

Labels: